Monday, 31 March 2014

"Kenapa sih hidup ini KERAS?"

Good morning everyone! :)

Recently feeling happiness, thanks Allah showering me with his blessing.

Saya ingin sedikit berbagi mengenai realita kehidupan yang belum lama terjadi pada saya, namun sejujurnya saya pun belum memiliki banyak pengalaman mengenai hal ini. Tapi tidak menjadi masalah utama untuk berbagi. Karena usia saya telah menginjak 22 tahun yang baru saja menyadari betapa kerasnya kehidupan ini. Well, setiap orang pasti bertanya pada dirinya sendiri ataupun bertanya kepada orang lain, "Kenapa sih hidup ini keras?".

Ketika kamu menanyakan hal tersebut kepada diri sendiri, selamat! Kamu baru saja menyadari realita kehidupan ini dengan tingkat persentase 25%. Mengapa kamu merasakan kerasnya kehidupan ini? Hal tersebut terjadi karena kamu mengalami suatu kejadian yang kurang menyenangkan dan di luar ekspektasi. Lalu, Apakah selama ini saya tidak hidup? Bukan, bukan maksudnya kamu tidak hidup, namun kamu belum menyadarinya pada saat kemarin. Kejadian yang kurang menyenangkan tersebut baru saja menjadi pengantar untuk membuat kamu lebih menyadari lagi persoalan kehidupan yang keras, menurut persepsi kamu.

Kemudian kamu bertanya kepada orang sekeliling, "Kenapa sih hidup ini keras?". Orang sekeliling akan menjawab, "Ya! hidup ini memang keras, bro". Ketika kamu mengajukan pertanyaan tersebut kepada saya, oke saya akan mencoba menjawab pertanyaan itu. Ya, setiap orang mengingikan kehidupan yang semuanya berjalan dengan mulus. Namun, kita harus membuka mata dan pikiran bahwa dalam kehidupan ini, kita pasti akan menghadapi berbagai rintangan. Itulah proses kehidupan yang harus kita lewati dan tidak bisa dihindari. Mutlak harus kita hadapi! Hal yang menjadikan kerasnya hidup adalah sikap kita merespon hal yang terjadi dalam kehidupan ini. Boleh jadi rintangan yang sedang kita hadapi itu merupakan rintangan awal menuju rintangan selanjutnya. Tidak kebayang bukan, jika rintangan awal saja sudah sulit untuk dilewati bagaimana dengan rintangan selanjutnya. Kemungkinan bisa lebih sulit atau lebih mudah untuk kita lewati.

Sedih dan gundah gulana atau bahasa trendnya saat ini adalah galau yang kita rasakan harus diminimalisir dengan membuka mata untuk bisa menerima apa yang telah terjadi dan berusaha menikmati proses tersebut, kemudian membuka pikiran untuk mengetahui arti kehidupan yang sebenarnya. Percayalah bahwa tidak ada usaha yang sia-sia. Terutama ketika kamu berusaha untuk menjadi seorang pribadi yang lebih baik. Semoga penjelasan saya membantu pemahaman anda mengenai kerasnya kehidupan naik tingkat persentase menjadi 50%. 

Sunday, 2 March 2014

Graduation Day is Comming!!!










Alhamdulillah wa syukurulillah..... a million thanks, thanks a lot, many thanks, and many moreeeeeee. aaakkkkk HORE!!! Finally hard work paid off. Graduation day adalah hari yang sangat ditunggu oleh sebagian orang. Apa sih yang dilakukan oleh wisudawan-wisudawati di dalam gedung auditorium selama acara berlangsung? Wisudawan-wisudawati melaksanakan prosesi wisuda. Sebelum memasuki gedung auditorium, wisudawan-wisudawati diwajibkan berbaris dengan rapi di halaman gedung dan diiringi oleh marching band sambil berjalan memasuki gedung dengan menggunakan pakaian dan topi toga. Kemudian prosesi wisuda dibuka dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh peserta. Acara selanjutnya yaitu pembacaan sambutan-sambutan. Setelah itu, wisudawan-wisudawati siap untuk dilantik menjadi seorang Sarjana dengan pemindahan tali topi toga dari sebelah kiri ke sebelah kanan oleh Bapak Rektor dan menerima ijazah yang diserahkan oleh Bapak Dekan Fakultas. Sekitar 700 wisudawan-wisudawati memadati gedung auditorium dan telah dilantik menjadi Sarjana pada hari Minggu, tanggal 2 Maret 2014. Hari yang sangat bahagia dan juga mengharukan bagi sebagian orang tua yang menyaksikan seorang anaknya dilantik menjadi Sarjana di dalam gedung aduitorium. 

Barakallah :)